Mahasiswa UNUSA : Generasi Aswaja, Connect Era Digital, dan Penyumbang Indonesia Emas 2045
Identitas sebagai generasi aswaja tidak terlepas dari mahasiswa UNUSA. Terlahir dari rahim Nahdlatul Ulama membuat para mahasiswa UNUSA otomatis disiapkan untuk menjadi penerus tradisi NU. Namun disisi lain, zaman terus maju, kehidupan sekarang lebih banyak menggunakan pemanfaatan digitalisasi dan pesatnya revolusi industri 4.0. Ditambah dengan mimpi besar bangsa Indonesia menuju generasi Indonesia emas 2045. Lalu bagaimana peranan mahasiswa UNUSA menghadapi 3 tantangan besar tersebut? Yuk simak ulasannya berikut ini.
1. Mahasiswa UNUSA = Mahasiswa Aswaja
Aswaja, tentu istilah ini sering kita dengar, lalu apa sih arti dari aswaja ini sendiri? Aswaja adalah paham islam yang moderat, seimbang, toleran, dan mementingkan kemaslahatan. Untuk menuju aswaja ini, Nahdlatul Ulama menekankan tiga jalur, yakni fikihnya syafi'i, akidahnya Asy'ariyah-Maturidiyah, dan Tasawufnya Al-Ghazali.
Tidak hanya dibekali teori, mahasiswa UNUSA dibekali praktik aswaja melalui kegiatan :
- Kajian kitab klasik seperti Ta'limul Mutaallim untuk mengerti etika belajar.
- Organisasi PMII atau IPPNU untuk belajar menjadi kader moderat.
- Pengabdian masyarakat melalui kegiatan sosial, dakwah kultural, atau starup berbasis nilai NU.
Intinya, menjadi mahasiswa UNUSA tidak hanya sekedar belajar teori tetapi juga belajar sebagai agen perdamaian, toleransi, dan kemaslahatan sosial.
2. Era Digital dan Revolusi Industri 4.0
Era perkuliahan zaman now lebih banyak memanfaatkan penggunaan teknologi digital. Hal tersebut juga diterapkan oleh mahasiswa UNUSA, dalam perkuliahan tidak hanya menggunakan cara tradisional tapi juga cara digital dengan e-learning, webinar, dan MOOC yang bisa diakses kapanpun dan di manapun. Adapun adaptasi yang dilakukan UNUSA untuk menyeimbangi era digital ini, yaitu melalui :
- Penggunaan kurikulum dan teknologi AI, big data, ataupun internet of things.
- Memfasilitasi mahasiswa dengan fasilitas digital untuk belajar ataupun riset.
- Mendorong mahasiwa untuk mengembangkan softskill melalui penjaringan.
3. K3L dan Mimpi Indonesia Emas 2045
K3L sering dipandang sebagai hal yang berat karena menyangkut keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan. Namun pada kenyataannya K3L sangatlah simple, yaitu kerja aman, sehat, dan ramah lingkungan.
Mengapa K3L dipandang penting? Karena....
- Lingkungan kerja yang aman membuat motivasi pekerja meningkat.
- Pekerja yang sehat membuat mereka semakin produktif dalam bekerja.
- Lingkungan yang ramah membuat masa depan berkelanjutan.
Jika budaya K3L ini ditanamkan sejak zaman perkuliahan, maka kesempatan menjadi generasi emas 2045 bagi mahasiswa UNUSA semakin tinggi. Mahasiswa UNUSA melalui K3L siap menyongsong Indonesia Emas 2045: negara maju, SDM unggul, dan pembangunan yang tidak merusak alam.
Penutup
Dengan tiga bekal ini, yakni aswaja, teknologi dan era digital, serta K3L, mahasiswa UNUSA bukan hanya mewarisi tradisi ulama, tetapi juga siap berkompetisi di dunia global, dan tetap memikirkan masa depan bangsa Indonesia.
Mahasiswa UNUSA = Aswaja minded, digital friendly, and future oriented.
Lihat juga blog teman saya : natasya
Kunjungi untuk mengenal lebih dekat dengan Unusa:
Website Universitas : https://unusa.ac.id
Website Fakultas : fkes.unusa.ac.id
Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
Twitter (X) :https://x.com/unusa_official?lang=en
Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official
Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official/
Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official

Komentar
Posting Komentar